Kamis, 11 Mar 2010
You are here:

Slide Menu

Joomla Slide Menu by DART Creations

Galery SIKAT

Informasi Registrasi

Sikat 113

Sikat 119

Anggota SIKAT online

Now online:
  • 3 guests
Latest members:
  • SIKAT 204
  • Lala Siahaan
Total members: 12

Login Form



Banner
Banner

didukung oleh :

Banner
Akhir Tragis Perjalanan Bomber Rp93 Miliar PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Kamis, 11 Maret 2010 08:07

Akhir  Tragis Perjalanan Bomber Rp93 Miliar

JAKARTA (Pos Kota) – Angka 9 menjadi angka apes bagi Dulmatin alias Djoko Pitono. Pada tanggal itu, Selasa ini, tubuhnya ditembus peluru Densus 88 di sebuah warnet di Pamulang sekaligus mengkakhiri petualangan panjangnya yang merisaukan aparat Indonesia, Australia dan Amerika.

Teroris kelahiran Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, 6 Juni 1970 – terhenti aksinya pada usianya yang ke 39 .  Kepolisian Indonesia menganggapnya sebagai orang yang paling bertanggung-jawab atas ledakan Bom Bali pada tahun 2002 yang mnewaskan ratusan orang Indonesia dan asing.

Dulmatin memiliki nama aliasnya bermacam-macam, seperti Amar Usmanan, Joko Pitoyo, Abdul Matin, Pitono, Muktarmar, Djoko, dan Noval. Selain Indonesia, Dulmatin juga menjadi buron di Filipina, Amerika Serikat, dan Australia.

Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara putra pasangan Usman dan Masriyati, keluarga yang cukup berada di desanya. Selepas SMA pada tahun 1992 ia merantau ke Malaysia. Tiga tahun kemudian ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai makelar mobil dan bertani.

Dulmatin menikah dengan Istiada (34), saudara sepupunya sendiri. Istiada selalu mengenakan cadar apabila bepergian ke luar rumah.

Keterlibatannya dalam gerakan ekstrem Islam konon dimulai setelah ia berhubungan dengan Abu Bakar Baasyir dan kemudian berkenalan dengan Imam Samudra serta tokoh-tokoh Jamaah Islamiyah lainnya.

Dulmatin lah yang disebut-sebut merencanakan pelaksanaan pengeboman dua diskotek di Kuta, Bali pada tahun 2002. Setelah itu ia menjadi buron polisi. Ia dikabarkan pernah terlibat dalam kegiatan terorisme di Pulau Mindanao, Filipina.

Pemerintah Amerika Serikat sempat mensayembarakan dan menyediakan USD 10 juta (setara Rp93 miliar!) bagi orang yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaannya. Menurut keterangan pemerintah AS dalam pengumuman sayembaranya, Dulmatin adalah ahli elektronik yang pernah berlatih di kamp-kamp Al-Qaidah di Afganistan dan merupakan tokoh senior dalam Jemaah Islamiyah.

Licin bak belut, Dulmatin sempat berkali-kali dikabarkan tewas – antaralain  dalam serangan udara militer Filipina di Mindanao, Filipina Selatan pada Januari 2005, namun ternyata hal tersebut tidak dapat dikonfirmasi.

Pihak militer Filipina kembali mengabarkan bahwa Dulmatin telah terluka dalam sebuah baku tembak di Jolo, Filipina Selatan pada tanggal 16 Januari 2007.

Sampai kemudian Selasa, 9 Maret 2010 hari pengapesannya tiba, Dulmatin tewas pada penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan . (dms)

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 11 Maret 2010 08:08
 
Pembongkaran Paksa Bangunan Liar Ricuh PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Jumat, 05 Maret 2010 09:34
BEKASI, (PRLM).- Pembongkaran paksa ratusan rumah permanen tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau bangunan sepanjang jalan Kalimalang dari Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi hingga Cikarang Timur dan perbatasan Kabupaten Karawang, ricuh. Pembongkaran secara paksa dilakukan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, Rabu (3/3) tersebut bahkan diwarnai aksi adu mulut dan saling lempar batu antara warga dengan aparat Satpol PP.

Warga yang merasa tidak terima dengan tindakan aparat Satpol yang dinilai arogan ini, mempertahankan rumah mereka dengan menghadang puluhan anggota Satpol PP dan alat berat milik Satpol PP dengan melempar batu. "Kami ini tinggal di sini sudah lama, walau kami tahu kami tidak punya ijin. Kenapa Satpol PP masih ngotot mau merubuhkan rumah kami. Kami mau tinggal di mana kalau rumah ini dirubuhkan. Sementara warung remang-remang kok dibiarkan, jadi sepertinya tebang pilih," ucap salah seorang warga Tegal Danas, Marja (45).

Menurut Marja, ia tidak pernah diberi tahu sebelumnya rencana pembongkaran rumah dan bangunan liar tersebut. Bahkan, ia dan beberapa warga lainnya juga tidak tahu untuk apa pembongkaran bangunan liar itu dilakukan secara rutin. "Tiba-tiba pagi tadi saya mendengar dari seorang warga akan ada pembongkaran. Dan beberapa warga yang tidak setuju bersepakat untuk melawan," ujarnya.

Aksi saling lempar yang terjadi tidak lebih dari sepuluh menit ini bisa diredakan petugas Satpol PP setelah beberapa warga yang melawan diajak bicara. Namun, ratusan warga lainnya panik melihat aksi saling lempar batu ini. Sebagian berteriak-teriak meminta petugas untuk tidak merobohkan bangunan mereka.

Sebelum melakukan pembongkaran paksa, Kepala Satpol PP Kab. Bekasi, Roni Harjanto mengaku sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada masyarakat setempat pada empat hari yang lalu. "Bahkan unsur muspida dan masyarakat setempat juga sudah mengadakan musyawarah sebelumnya dengan kami, agar mereka bisa bersiap-siap untuk pindah," ungkapnya.

Meski begitu, sebagian dari mereka mengaku belum mendapat surat pemberitahuan. "Kami ini hanya melakukan penegakan perda tentang K3 bahwa di sepanjang jalan Kali Malang dan bantaran sungai tidak boleh ada bangunan. Saya juga bingung kenapa mereka ada yang punya IMB meski hanya IMB dari kecamatan," ucapnya di sela-sela pembongkaran. (A-186/das)***

Sumber:

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=130717

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 Maret 2010 09:35
 
Trailer seruduk loket pembayaran Tol PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Jumat, 05 Februari 2010 14:52

SIKAT- 13.00 -Sebuah kendaraan trailer ber no Polisi B 9925 AS kehilangan kendali sesaat sebelum membayar tiket Tol, di Loket pembayaran To pintu masuk MM2100 / Kawasan Industril, petugas Tol mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, driver tidak mengalami luka, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

jajaran kepolisian dan BKPM MM2100 sudah berada dilokasi.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 Februari 2010 15:18
 
Pencurian Dengan Kekerasan Naik 100 Persen PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Selasa, 02 Maret 2010 13:28

JAKARTA (Pos Kota) – Angka kriminalitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam sebulan terakhir masih cukup tinggi. Pandangan bahwa Jakarta, Bekasi dan Tangerang sebagai kota yang mengerikan mungkin ada benarnya.

Perampok bersenjata api dan senjata tajam beraksi di mana saja seperti di perumahan, perkantoran, warnet, nasabah bank, bahkan pengendara motor dan pejalan kaki di jalanan. Aksi perampokan seperti ini menjadi ancaman serius yang membuat warga was-was. Ini karena para pelaku tak segan-segan melukai, bahkan membunuh korbannya.

Dalam beraksi  pelaku beroperasi 24 jam dan tak kenal waktu, entah itu pagi hari, siang serta malam hari bahkan nyali mereka tak ciut beraksi di tengah keramaian. Dari beberapa jenis kasus yang kejahatan yang paling mendominasi adalah pencurian dengan kekerasanan (curas) khususnya perampokan yang meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 02 Maret 2010 13:34
Selengkapnya...
 
Kasus Rokok Meledak Masih Diteliti Polisi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Selasa, 02 Februari 2010 08:50

BEKASI (Pos Kota)-Polsek Cibitung, masih meneliti kasus meledaknya rokok saat dihisap Andi Susanto,31, Satpam di perusahaan eksavator di kawasan MM 2100 Cibitung.”Kami masih meneliti dan menunggu laporan dari korban soal ini,” ujar AKP Joni, Kapolsek Cibitung.

Menurutnya korban saat ini masih dirawat dan pihaknya baru menanyai kronologis kejadian. “Sisa rokok yang ada dalam bungkus akan diteliti, apakah memang ada hal yang ganjil atau tidak,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, malam itu sekitar pukul 18.30 Andi berangkat kerja dari rumahnya Jalan Mawar 7 Blok D 7 No 1, Perumahan Pondok Tanah Mas, Cibitung. Ketika sampai di Jalan Teuku Umar, gerimis turun dan anak ke 2 dari tiga bersaudara pasangan Ny Ninik Maryoni,53, dan (Alm) Joko Utomo, ini pun berteduh sejenak. Dua batang rokok pun habis dihisapnya.

Begitu rintik berhenti, Andi melanjutkan perjalanan naik sepeda motor Menierva B 6600 FRF sambil menghisap rokok. Namun ketika hisapan ketiga tiba-tiba rokok meledak. Andi pun menghentikan kendaraannya.

Satpam perusahaan eksavator ini kemudian lari meninggalkan sepeda motornya menuju RS Adam Talib sekitar 25 meter dari lokasi. Gigi depan atas tanggal 3 sedangkan gigi depan bawah copot 2. “ Lima puluh satu jahitan menghias bibirnya,” ujar Ninik, saudaranya.

http://www.poskota.co.id/kriminal/2010/01/31/kasus-rokok-meledak-masih-diteliti-polisi

 
« MulaiSebelumnya1234SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL