Minggu, 05 Sep 2010
You are here:

Sticky Social

Slide Menu

Joomla Slide Menu by DART Creations

Galery SIKAT

Sikat 113

Sikat 119

Anggota SIKAT online

Now online:
  • 1 guest
Latest members:
  • Dwi Bowo
  • SIKAT 204
Total members: 13

Login Form



didukung oleh :

Banner

NEWS UPDATE

NEWS UPDATE

bantuan muara gembong PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
Ditulis oleh Sikat-113   
Minggu, 04 April 2010 14:26

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 04 April 2010 14:28
 
Bantu Korban Banjir di Karawang PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Selasa, 23 Maret 2010 08:26

 

bantu korban banjirKarena banjir di Karawang diperkirakan masih akan berlangsung untuk beberapa hari kedepan, maka bantuan terutama berupa makanan dan bahan makanan masih sangat dibutuhkan para korban. Jadi bagi yang ingin memberikan bantuan siilahkan menghubungi posko-posko bencana, yang tersebar diberbagai lokasi banjir di 7 Kecamatan (Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Karawang Timur, Karawang Barat, Batujaya, Pakisjaya, Ciampel). Berikut adalah  diantaranya yang sudah berkordinasi dengan KarIn :

+ Posko Banjir Blogger Karawang
Perum Bumi Teluk Jambe Blok J/ 14 – Koord Lap. Faisal & Agung (Telp. 0267 845 6612 – 0856 9245 9912, 081388910091

+ Kantor Desa Tanjungpura, Kec. Karawang Barat
Cp : H. Endeng (Lurah) 081584234222

+ Posko Bantuan lainnya baik di Kantor Desa dan Kelurahan Tiap Lokasi Bencana maupun Posko Relawan

Untuk bantuan berupa donasi silahkan salurkan melalui Rekening Bank (Posko Blogger Karawang) :

Bank Negara Indonesia (BNI)
No Rekening : 28141098
Atas Nama : Deni Andriana

 
Banjir Karawang 'Telan' 6 Ribu Rumah di 7 Kecamatan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Minggu, 21 Maret 2010 21:42

Nograhany Widhi K - detikNews


(Foto: dok detikcom)Jakarta - Banjir menggenangi Karawang, Jawa Barat (Jabar), menenggelamkan 6.119 rumah di 7 kecamatan. Salah satu warga mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 10 tahun terakhir.

"Banjir di Karawang di 7 kecamatan, rumah tergenang 6.119, pengungsi 5 ribu orang," ujar Kepala Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan Mudjiharto kepada detikcom, Minggu (21/3/2010).

7 Kecamatan yang terendam itu adalah Ciampel, Teluk Jambe Timur, Teluk Jambe Barat, Karawang Timur, Karawang Barat, Batu Jaya, Pakis Jaya. Dinas Kesehatan, imbuhnya, sudah mendirikan Pos Kesehatan. "Kunjungan untuk pelayanan kesehatan sudah 844 kunjungan," imbuhnya.

Sementara, warga Teluk Jambe yang tinggal dekat Linud 305/Tengkorak Teluk Jambe Karawang, Sriyanto, mengatakan, warga sudah mulai mengungsi sejak maghrib.

"Warga sudah mulai mengungsi karena air sudah mulai masuk rumah, ketinggian air sudah mencapai 1 meter lebih. Warga mengungsi ke Masjid Raya Puri Teluk Jambe. Barang-barang sudah diungsikan ke atas. Warga membawa pakaian seadanya," ujar Sriyanto.

Dia menambahkan, saluran irigasi dari Waduk Jatiluhur ke arah Kalimalang kering. "Apakah itu untuk membuat aman Jakarta dan Karawang dikorbankan, karena di depan kawasan industri sama sekali kering. Baru kali ini selama 10 tahun saya di sini banjir seperti ini," tandasnya.

(nwk/irw)

 
Akhir Tragis Perjalanan Bomber Rp93 Miliar PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sikat-113   
Kamis, 11 Maret 2010 08:07

Akhir  Tragis Perjalanan Bomber Rp93 Miliar

JAKARTA (Pos Kota) – Angka 9 menjadi angka apes bagi Dulmatin alias Djoko Pitono. Pada tanggal itu, Selasa ini, tubuhnya ditembus peluru Densus 88 di sebuah warnet di Pamulang sekaligus mengkakhiri petualangan panjangnya yang merisaukan aparat Indonesia, Australia dan Amerika.

Teroris kelahiran Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, 6 Juni 1970 – terhenti aksinya pada usianya yang ke 39 .  Kepolisian Indonesia menganggapnya sebagai orang yang paling bertanggung-jawab atas ledakan Bom Bali pada tahun 2002 yang mnewaskan ratusan orang Indonesia dan asing.

Dulmatin memiliki nama aliasnya bermacam-macam, seperti Amar Usmanan, Joko Pitoyo, Abdul Matin, Pitono, Muktarmar, Djoko, dan Noval. Selain Indonesia, Dulmatin juga menjadi buron di Filipina, Amerika Serikat, dan Australia.

Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara putra pasangan Usman dan Masriyati, keluarga yang cukup berada di desanya. Selepas SMA pada tahun 1992 ia merantau ke Malaysia. Tiga tahun kemudian ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai makelar mobil dan bertani.

Dulmatin menikah dengan Istiada (34), saudara sepupunya sendiri. Istiada selalu mengenakan cadar apabila bepergian ke luar rumah.

Keterlibatannya dalam gerakan ekstrem Islam konon dimulai setelah ia berhubungan dengan Abu Bakar Baasyir dan kemudian berkenalan dengan Imam Samudra serta tokoh-tokoh Jamaah Islamiyah lainnya.

Dulmatin lah yang disebut-sebut merencanakan pelaksanaan pengeboman dua diskotek di Kuta, Bali pada tahun 2002. Setelah itu ia menjadi buron polisi. Ia dikabarkan pernah terlibat dalam kegiatan terorisme di Pulau Mindanao, Filipina.

Pemerintah Amerika Serikat sempat mensayembarakan dan menyediakan USD 10 juta (setara Rp93 miliar!) bagi orang yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaannya. Menurut keterangan pemerintah AS dalam pengumuman sayembaranya, Dulmatin adalah ahli elektronik yang pernah berlatih di kamp-kamp Al-Qaidah di Afganistan dan merupakan tokoh senior dalam Jemaah Islamiyah.

Licin bak belut, Dulmatin sempat berkali-kali dikabarkan tewas – antaralain  dalam serangan udara militer Filipina di Mindanao, Filipina Selatan pada Januari 2005, namun ternyata hal tersebut tidak dapat dikonfirmasi.

Pihak militer Filipina kembali mengabarkan bahwa Dulmatin telah terluka dalam sebuah baku tembak di Jolo, Filipina Selatan pada tanggal 16 Januari 2007.

Sampai kemudian Selasa, 9 Maret 2010 hari pengapesannya tiba, Dulmatin tewas pada penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan . (dms)

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 11 Maret 2010 08:08
 
Pembongkaran Paksa Bangunan Liar Ricuh PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
Ditulis oleh Sikat-113   
Jumat, 05 Maret 2010 09:34
BEKASI, (PRLM).- Pembongkaran paksa ratusan rumah permanen tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau bangunan sepanjang jalan Kalimalang dari Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi hingga Cikarang Timur dan perbatasan Kabupaten Karawang, ricuh. Pembongkaran secara paksa dilakukan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, Rabu (3/3) tersebut bahkan diwarnai aksi adu mulut dan saling lempar batu antara warga dengan aparat Satpol PP.

Warga yang merasa tidak terima dengan tindakan aparat Satpol yang dinilai arogan ini, mempertahankan rumah mereka dengan menghadang puluhan anggota Satpol PP dan alat berat milik Satpol PP dengan melempar batu. "Kami ini tinggal di sini sudah lama, walau kami tahu kami tidak punya ijin. Kenapa Satpol PP masih ngotot mau merubuhkan rumah kami. Kami mau tinggal di mana kalau rumah ini dirubuhkan. Sementara warung remang-remang kok dibiarkan, jadi sepertinya tebang pilih," ucap salah seorang warga Tegal Danas, Marja (45).

Menurut Marja, ia tidak pernah diberi tahu sebelumnya rencana pembongkaran rumah dan bangunan liar tersebut. Bahkan, ia dan beberapa warga lainnya juga tidak tahu untuk apa pembongkaran bangunan liar itu dilakukan secara rutin. "Tiba-tiba pagi tadi saya mendengar dari seorang warga akan ada pembongkaran. Dan beberapa warga yang tidak setuju bersepakat untuk melawan," ujarnya.

Aksi saling lempar yang terjadi tidak lebih dari sepuluh menit ini bisa diredakan petugas Satpol PP setelah beberapa warga yang melawan diajak bicara. Namun, ratusan warga lainnya panik melihat aksi saling lempar batu ini. Sebagian berteriak-teriak meminta petugas untuk tidak merobohkan bangunan mereka.

Sebelum melakukan pembongkaran paksa, Kepala Satpol PP Kab. Bekasi, Roni Harjanto mengaku sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada masyarakat setempat pada empat hari yang lalu. "Bahkan unsur muspida dan masyarakat setempat juga sudah mengadakan musyawarah sebelumnya dengan kami, agar mereka bisa bersiap-siap untuk pindah," ungkapnya.

Meski begitu, sebagian dari mereka mengaku belum mendapat surat pemberitahuan. "Kami ini hanya melakukan penegakan perda tentang K3 bahwa di sepanjang jalan Kali Malang dan bantaran sungai tidak boleh ada bangunan. Saya juga bingung kenapa mereka ada yang punya IMB meski hanya IMB dari kecamatan," ucapnya di sela-sela pembongkaran. (A-186/das)***

Sumber:

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=130717

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 Maret 2010 09:35
 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »