|
Ditulis oleh Sikat-113
|
|
Selasa, 02 Februari 2010 08:50 |
|
BEKASI (Pos Kota)-Polsek Cibitung, masih meneliti kasus meledaknya rokok saat dihisap Andi Susanto,31, Satpam di perusahaan eksavator di kawasan MM 2100 Cibitung.”Kami masih meneliti dan menunggu laporan dari korban soal ini,” ujar AKP Joni, Kapolsek Cibitung.
Menurutnya korban saat ini masih dirawat dan pihaknya baru menanyai kronologis kejadian. “Sisa rokok yang ada dalam bungkus akan diteliti, apakah memang ada hal yang ganjil atau tidak,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, malam itu sekitar pukul 18.30 Andi berangkat kerja dari rumahnya Jalan Mawar 7 Blok D 7 No 1, Perumahan Pondok Tanah Mas, Cibitung. Ketika sampai di Jalan Teuku Umar, gerimis turun dan anak ke 2 dari tiga bersaudara pasangan Ny Ninik Maryoni,53, dan (Alm) Joko Utomo, ini pun berteduh sejenak. Dua batang rokok pun habis dihisapnya.
Begitu rintik berhenti, Andi melanjutkan perjalanan naik sepeda motor Menierva B 6600 FRF sambil menghisap rokok. Namun ketika hisapan ketiga tiba-tiba rokok meledak. Andi pun menghentikan kendaraannya.
Satpam perusahaan eksavator ini kemudian lari meninggalkan sepeda motornya menuju RS Adam Talib sekitar 25 meter dari lokasi. Gigi depan atas tanggal 3 sedangkan gigi depan bawah copot 2. “ Lima puluh satu jahitan menghias bibirnya,” ujar Ninik, saudaranya.
http://www.poskota.co.id/kriminal/2010/01/31/kasus-rokok-meledak-masih-diteliti-polisi |
|
Ditulis oleh Sikat-113
|
|
Jumat, 22 Januari 2010 10:17 |
|
CIBITUNG (Pos Kota) - Empat garong bersenjata api beraksi di rumah Timothy Suharto, 40, manager PT Hero Supermarket Tbk, di Perumahan Permata Regency RT 05/011 Kel. Wanasari, Cibitung, Bekasi sekitar Pk. 03:00.
Mengenakan topeng, dua bandit masuk rumah dengan mencongkel jendela bertralis. Mendengar suara berisik, Timothy terbangun. Ia mengira suara anaknya yang terbangun dari tidurnya. Namun, ketika keluar kamar, dua bandit menghadangnya dengan todongan pistol.
Korban tak berkutik ketika garong meminta kunci Nissan X-trail B 2526 QT kemudian membawa kabur . Tak hanya itu, tiga HP dan dompet berisi uang Rp 500.000 juga digasak.(saban/yp/r) |
|
Ditulis oleh En
|
|
Senin, 18 Januari 2010 21:09 |
|
BEKASI (Pos Kota) – Seorang ibu rumahtangga pingsan dianiaya perampok yang masuk ke rumahnya di Blok B 3 No 2, Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, Senin(18/1) siang.
Ny Natiwin,42, yang menderita luka parah di kepala depan akibat dibenturkan ke tembok dalam perawatan RS Mas Mitra, Jati Makmur, Penjahat tunggal itu hanya membawa 2 HP korban. Kasusnya kini ditangani Polsek Pondok Gede.
Menurut H Ansori,59, warga setempat ketika ia usai salat keluar dari masjid melihat sosok tubuh yang dikiranya tubuh binatang menggelepar-gelepar di jalan seperti tertabrak mobil. Ternyata begitu didekati, sosok wanita tetangganya yang menderita luka parah di kepala berlumuran darah lalu pingsan.
Lalu, Pak Ismoko, teman H Ansori dan beberapa warga lainnya menolong membawa korban ke rumah sakit. Petugas Polsek Pondok Gede maupun Polres Metro Bekasi menerima laporan warga segera datang ke lokasi. Kamar mandi rumah korban dipenuhi darah diperiksa petugas dan beberapa saksi mata di lokasi dimintai keterangan.
“Potongan daging di dapur saja masih berantakan,” papar H Ansori, memperkirakan korban saat itu akan memasak.
Sementara itu Ny Natiwi, yang dimintai keterangan petugas dengan kata terbata-bata mengatakan, saat ia sedang di dapur hendak memasak, tiba-tiba dicekik seseorang dari belakang. Lelaki itu menanyakan berapa orang di rumah ini. Saat itu Ny Natiwi seorang diri.
Sementara suaminya Heri Susanto, 45, sedang menunggu toko onderdil mobil di Atrium, Senen, sedangkan dua anak korban Fani,17, dan Fina,15, sedang sekolah.
Lelaki yang mengenakan kemeja merah ini kemudian menyeret ibu rumahtangga ini ke kamar mandi dan membentur benturkan kepala korban ke dinding tembok hingga darah mengucur. Usai menganiaya, penjahat ini kabur membawa 2 handphone korban.
Keterangan lainnya, lelaki itu dendam lantaran bagian belakang mobil korban saat parkir menonjol keluar pagar. Diduga pelakunya dikenal korban. Sebab saat korban siuman sempat bertutur baju merah jahat… baju merah jahat. (yanto/dms) |
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 18 Januari 2010 21:15 |
|
Ditulis oleh En
|
|
Minggu, 10 Januari 2010 21:24 |
|
BEKASI (Pos Kota) – Sungguh memilukan. Tiga bocah masih sepupuan tertimpa tembok pagar setinggi 1,5 meter rumah mantan kepala desa yang roboh di Kampung Wangkal Jati RT 09/04, Desa Sukajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu(9/1) siang.
Dua balita tersebut tewas sementara satunya kritis dilarikan ke RS Karya Medika Cibitung. Kasusnya ditangani Polsek Cibitung.
Korban tewas Rifki, 5, dan Nur Salamah, 4, menderita luka di kepala. Keduanya dikebumikan di pemakaman keluarga di kampung setempat dengan posisi liang lahat berdampingan. Sedangkan Sabil, 6, luka parah dalam perawatan rumah sakit belum sadarkan diri.
Orangtua kedua korban berduka. Tetangga dan kerabat dekat menghibur keluarga yang sedang dirundung duka itu.
Menurut Sueb, 35, sepupu korban, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 14.00. Ketiga bocah sepupunya yakni Rifki, Nur Salamah dan Sabil usai hujan rintik bermain-main percikan air di jalan dekat tembok rumah mantan lurah. Entah mengapa tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti geledek membuat warga keluar rumah.
Ternyata suara gemuruh itu berasal dari runtuhnya tembok pagar setinggi 1,5 meter dengan panjang sekitar 10 meter yang terbentang membatasi rumah mantan lurah Dali Sutoyo itu. Suara tersebut disusul suara memilukan seorang bocah yang kesakitan tak jauh dari bongkahan tembok itu.
Melihat tubuh bocah tertindih bongkahan puing tembok warga segera menyingkirkannya dan mengeluarkan dua bocah yang tertimbun itu. Sementara seorang bocah lainnya yang terpental dan merintih segera dilarikan ke rumah mereka masing-masing. Namun kedua bocah balita ini menghembuskan nafas yang terakhir.
Warga kemudian merobohkan tembok lainnya yang bertengger di depanrumah mantan lurah ini. “Kami terpaksa merobohkan tembok ini agar tak menelan korban lagi,” papar warga yang kemudian berkerumun di puing-puing tembok itu.
Menurut warga, sebenarnya tembok itu sebelumnya sudah miring dan belum juga dibetulkan pemiliknya.
Dali Sutoyo, pemilik rumah yang temboknya roboh, tak mengetahui peristiwa ada bocah tertimpa robohan temboknya. “Saya nggak tahu kejadiannya. Tembok ini dibangun tahun 1988,” papar Dali yang kemudian oleh petugas Polsek Cibitung dimintai keterangan.
Ny. Dedeh, ibu dari korban Nur Salamah, tak henti-hentinya menangis. Ia dipapah ke depan halaman rumah warga untuk melihat jasad Nur Salamah terakhir kali saat akan dikafankan. Setelah melihat jasad anaknya, ibu muda ini kembali dipapah masuk rumah.
Kapolres Metro Bekasi Kabupaten Kombes Pol Heri Wibowo mengatakan melihat dari keberadaan tembok itu tak ada besi tegaknya sehingga kekokohan tembok tersebut kurang.”Si pemilik tembok kelihatanya lalai,” papar Kapolres saat ditanya wartawan.(yanto/B) |
|
|