Selasa, 07 Sep 2010
You are here:

Sticky Social

Slide Menu

Joomla Slide Menu by DART Creations

Galery SIKAT

Sikat 113

Sikat 119

Anggota SIKAT online

Now online:
  • 1 guest
Latest members:
  • Dwi Bowo
  • SIKAT 204
Total members: 13

didukung oleh :

Banner
Pencurian Dengan Kekerasan Naik 100 Persen PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Sikat-113   
Selasa, 02 Maret 2010 13:28

JAKARTA (Pos Kota) – Angka kriminalitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam sebulan terakhir masih cukup tinggi. Pandangan bahwa Jakarta, Bekasi dan Tangerang sebagai kota yang mengerikan mungkin ada benarnya.

Perampok bersenjata api dan senjata tajam beraksi di mana saja seperti di perumahan, perkantoran, warnet, nasabah bank, bahkan pengendara motor dan pejalan kaki di jalanan. Aksi perampokan seperti ini menjadi ancaman serius yang membuat warga was-was. Ini karena para pelaku tak segan-segan melukai, bahkan membunuh korbannya.

Dalam beraksi  pelaku beroperasi 24 jam dan tak kenal waktu, entah itu pagi hari, siang serta malam hari bahkan nyali mereka tak ciut beraksi di tengah keramaian. Dari beberapa jenis kasus yang kejahatan yang paling mendominasi adalah pencurian dengan kekerasanan (curas) khususnya perampokan yang meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas.

Data sementara yang dihimpun di Polda Metro Jaya, sepanjang Januari 2010 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tercatat 86 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 609 kasus, curanmor 830 kasus, penganiayaan berat (anirat) 165 kasus, perkosaan 5 kasus.

Sedangkan Februari 2010 angka curas meningkat menjadi 149 kasus atau naik sekitar 80 persen. Itu artinya, dalam sehari tak kurang dari 5 peristiwa perampokan terjadi di Jakarta dan sekitarnya, entah itu di perumahan, perkantoran atau di jalanan.

Sedangkan curat tercatat 368 kasus, anirat naik menjadi 198 kasus, curanmor 406 kejadian dan perkosaan 6 kasus. Angka ini bisa jadi lebih tinggi karena belum semua polres melaporkan terutama kasus ranmor.

Maraknya kejadian perampokan itu menunjukkan betapa warga belum mendapat jaminan keamanan baik di lingkungan tempat tinggal maupun di jalanan. Polisi selalu beralasan keterbatasan jumlah personil menjadi kendala utamanya.

Jumlah anggota Polda Metro Jaya yang kini sekitar 26.000 tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai hampir 10 juta jiwa. Penambahan mobil patroli baru sebanyak 500 unit juga belum memberi perubahan berarti.

Polisi akhirnya mengandalkan polmas, bermitra dengan masyarakat dan selalu mengimbau warga untuk menjadi polisi bagi diri sendiri. Artinya warga diminta selalu waspada agar tidak menjadi korban kejahatan, warga perumahan juga diimbau memiliki petugas keamanan khusus.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli, operasi terus digelar. Bahkan, dalam Operasi Berantas Jaya 2010 telah ditangkap 419 orang pelaku kejahatan. Sedangkan barang bukti yang disita, 7 pucuk senjata api, 25 butir peluru, 21 senjata tajam, 63 unit kendaraan bermotor, 36 HP, uang tunai Rp 68 juta. Tingginya angka kejahatan di Jakarta dan sekitarnya tentu bisa membuat masyarakat apatis, hidup aman dan nyaman yang menjadi dambaan seolah hanya harapan belaka. (tiyo/edi/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/03/02/pencurian-dengan-kekerasan-naik-100-persen

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 02 Maret 2010 13:34