Minggu, 05 Sep 2010
You are here:

Sticky Social

Slide Menu

Joomla Slide Menu by DART Creations

Galery SIKAT

Sikat 113

Sikat 119

Anggota SIKAT online

Now online:
  • 1 guest
Latest members:
  • Dwi Bowo
  • SIKAT 204
Total members: 13

didukung oleh :

Banner
SBY Bujuk Pengusaha di Cibitung PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Sikat-113   
Kamis, 22 Juli 2010 13:33

SAMBUTAN MUSPIDA: Presiden SBY menyalami sejumlah unsur Muspida Kabupaten Bekasi saat ke Cibitung kemarin. MOT/RADAR BEKASI

CIBITUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) meminta pengusaha bertenggang rasa dengan pemerintah. Di saat krisis, kata presiden, pemerintah telah berusaha membuat kebijakan terbaik dan memberikan insentif.

Untuk itu, ketika ada masalah dengan APBN yang berujung pada kenaikan tarif dasar listrik (TDL), SBY kembali meminta pengusaha tak menggenjot harga dengan tidak wajar.

Permintaan Presiden itu diungkapkan saat mengunjungi dua industri, yakni PT Ganesha Exact dan PT Sanyo Jaya Components di kawasan industri MM2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemarin (21/7). SBY ditemani beberapa menteri bidang ekonomi. Hadir pula, Dirut PLN Dahlan Iskan.

"Mari bertenggang rasa, jangan jadi dalih dengan menggenjot kenaikan yang tidak semestinya. Saya berharap jangan dengan aji mumpung," kata SBY.

Sejak pemerintah menaikkan TDL per 1 Juli lalu yang diberlakukan untuk pelanggan 1.300 watt ke atas, dunia industri bergejolak. Sejumlah kalangan pengusaha meringis dan mengklaim dampak TDL membuat harga jual produksi melonjak 15-18 persen.

Karena itu, sambung kakek satu cucu itu, pihaknya meminta pelaku industri untuk tidak memanfaatkan kenaikan TDL untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Hal ini mengingatkan pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 2008 lalu, dimana pelaku industri secara tidak masuk akal tetap menaikkan harga produksi dan jual.

’’Kami tidak menginginkan kejadian tersebut terulang lagi. Ketika BBM sudah diturunkan tiga kali, harga produksi dan jual masih tetap tinggi. Jangan akal-akalan. Semua orang termasuk saya tahu akan hal itu,” tegas ayah dua anak, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono ini.

Dari Ganeca Exact, mertua selebritis Anisa Pohan itu, menyambangi PT Sanyo di kawasan Gobel, Cibitung. Dalam pertemuan berlangsung hampir satu jam itu, SBY meminta perusahaan untuk mensejahterakan para karyawan pabrik dan bersama-sama memecahkan permasalahan perusahaan.

“Kalau perusahaan mendapatkan keuntungan berlebih, sejahterakan karyawannya. Begitu juga sebaliknya. Jika kondisi perusahaan sedang susah, ajak karyawan untuk berhemat dan mencari jalan keluar terbaik bagi perusahaan,” terangnya diamini menteri Perekonomian Hattarajasa dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.

Dalam kesempatan itu, Managing Director PT Sanyo Jaya Components Koshiro Kitagawa mengeluhkan kestabilan pasokan listrik. Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan, PLN memiliki layanan khusus untuk pabrik yang memiliki spesifikasi ketat.

Dahlan mencontohkan, PT Semen Gresik yang telah bekerjasama menggunakan layanan khusus tersebut sehingga listrik menjadi lebih stabil dan tidak mengganggu produksi. "Siapa tahu Sanyo akan mendapat layanan khusus tersebut," kata Dahlan.

Setelah bertemu selama tiga jam di dua perusahaan, SBY dan rombongan kembali ke Jakarta. Kemacetan pun tak terelakkan sejak pintu masuk kawasan Gobel sampai Pasar Induk Cibitung.

Dari arah tol, Perempatan Jalan Arteri sampai pintu masuk Kawasan MM2100 seluruh kendaraan tertumpuk menunggu iring-iringan presiden memasuki pintu tol Cibitung. Di sepanjang jalan juga dijaga polisi dan TNI dengan persenjataan penuh.

Dalam kunjungan itu presiden didampingi Menteri Perekonomian Hattarajasa, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh dan Dirut PLN.

Sebelum kedatangan rombongan Presiden, sejak pukul 04.00 anggota gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Bekasi Kabupaten, Kodim Bekasi, Korem 051/Wkt dan keamanan kawasan MM2100 menetralisir jalan Selayar Kavling A5, tempat berkunjungnya para petinggi pemerintahan itu. Suasana ketat penuh keamanan juga terlihat di dalam PT Ganeca Exact yang dilakukan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Sekitar pukul 11.00, para pejabat daerah mulai berdatangan. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Bekasi Sa’duddin, Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo, Pangdam Jaya, Danrem 051/Wkt Kolonel Sunindyo, Dandim Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro, Letkol Inf Steve Paringkuan, Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Setija Junianta dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim juga datang ke lokasi. (mot/jpnn)