Minggu, 05 Sep 2010
You are here:

Sticky Social

Slide Menu

Joomla Slide Menu by DART Creations

Galery SIKAT

Sikat 113

Sikat 119

Anggota SIKAT online

Now online:
  • 1 guest
Latest members:
  • Dwi Bowo
  • SIKAT 204
Total members: 13

didukung oleh :

Banner
Karyawan Selamatkan Rp255 Juta PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Sikat 113   
Rabu, 28 Juli 2010 08:56

Karyawan Selamatkan Rp255 Juta

SELAMATKAN DUIT KANTOR: Erna Ambarwati (kanan) bersama rekannya Suyatno (kiri) yang sempat dirampok tapi berhasil menggagalkan upaya perampokan. FIRMANTO/RADAR BEKASI
MEDANSATRIA - Keberanian Erna Ambarwati (38) mempertahankan uang perusahaan dari kawanan perampok patut diacungi jempol. Karyawati PO Sumber Alam di Pondokungu, Medansatria, berhasil menyelamatkan duit Rp255 juta yang akan disetorkan ke BCA, Pondokungu, kemarin.

Peristiwa bermula ketika perusahaan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) itu memerintahkan dua karyawan bagian administrasi, Erna Ambarwati dan Suyatno (33) menyetorkan uang ke BCA yang hanya berjarak 50 meter dari kantor perusahaan bus tersebut.

Pukul 10.30 saat kedua karyawan bus jurusan Bekasi-Jogjakarta itu menuju BCA, Kadirin (20) dan tiga pelaku lainnya langsung mencegat keduanya di Jalan Bekasi Raya - Pulo Gadung KM 27, Pondok Ungu, Medansatria.

Kadirin mengancam Erna dengan celurit. “Perampok berusaha merebut tas, tetapi tetap saya pertahankan,” kata Erna didampingi Suyatno yang ditemui di Polsek Medansatria.

Karyawan dan warga yang mengetahui terjadi perampokan segera meringkus pelaku. Kadirin sempat menjadi bulan-bulanan massa. Sementara Imas dan dua pelaku lain berhasil meloloskan diri.

Kapolsek Medansatria, AKP Yana Darmayana membenarkan aksi perampokan itu. Selain berhasil menahan satu orang pelaku, polisi juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk mengancam korban.

Yana mengatakan, pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. “Mereka pemain lama, dilihat dari perencanaannya yang matang. Pelaku lainnya saat ini sedang kita kejar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadirin, pelaku yang tertangkap mengaku nekat merampok untuk biaya pernikahan dengan pacarnya Yati. Pria asal Batang, Jawa Tengah ini mengaku telah menjalin hubungan dengan gadis asal Tegal, Jawa Tengah sejak setahun terakhir. Rencananya, Minggu (1/8) dirinya berniat meminang pacarnya.

Namun, niat pria pengangguran ini terancam kandas karena harus mendekam di penjara. “Saya merampok karena untuk biaya pernikahan,” tutur warga Bintaro, Jakarta Selatan ini.

Niat perampokan menurut Kadirin sudah direncanakan sejak tiga hari lalu. Imas Maulana yang diduga menjadi otak sekaligus eksekutor perampokan menawari pekerjaan kepada pelaku. Imas yang saat ini dalam pengejaran polisi menjanjikan akan membagi rata hasil rampokan.

Perampokan sendiri dilakukan empat orang. Kadirin dan Imas bertindak sebagai eksekutor. Sedangkan dua orang asal Palembang yang belum diketahui identitasnya bertugas memantau suasana.

“Imas datang ke kontrakan dan menawari pekerjaan menjambret di sebuah pool bus di Bekasi. Karena lagi butuh uang, maka pekerjaan itu saya terima,” kata Kadirin yang mengaku mengenal Imas sejak enam bulan silam.

Kadirin berangkat dari kontrakannya menggunakan angkot. Sedangkan Imas dan dua pelaku lainnya mengendarai dua sepeda motor menuju sasaran di Jalan Bekasi Raya - Pulo Gadung KM 27, Pondok Ungu, Medansatria. (haj)
http://radar-bekasi.com/index.php?mib=berita.detail&id=60730